Rabu, 09 Juli 2014

Ini Dia Alasan PBSI Tarik Pemain Muda Dari Russian Open Grand Prix 2014

Tanggal 4 Juli 2014, PBSI memutuskan menarik seluruh pemain mudanya yang berlaga di Russian Open Grand Prix 2014. Teka-teki mengenai apa yang mendasari penarikan ini akhirnya terkuak juga. Melalui akun twitter resminya yaitu @Badmntn_INA, alasan penarikan para pemain ini dikarenakan para pelatih dan jajaran PBSI menginginkan agar para pemain muda ini bisa fokus ke Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2014.
Yonex Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2014 dan Russian Open Grand Prix 2014 memang diselenggarakan dalam waktu yang berurutan. Yonex Chinese Taipei Open Grand Prix Gold lebih dahulu akan dilangsungkan tanggal 15-20 Juli 2014 sedangkan Russian Open Grand Prix 2014 dilaksanakan tanggal 22-27 Junli 2014.
Dikarenakan Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2014 punya kelas lebih tinggi, banyak pemain dunia yang akan tampil sehingga persaingan dan pengalaman bertanding tentu akan lebih banyak.
Dengan ditariknya pemain-pemain muda Indonesia ini maka satu-satunya wakil Indonesia yang akan mengikuti dan ambil bagian di turnamen ini adalah Josephine Leonila yang bukan merupakan pemain Pelatnas PBSI Cipayung.
Berikut ini nama-nama pebulutangkis Indonesia yang ditarik dari Russian Open Grand Prix Gold 2014
Tunggal Putra Indonesia
  1. Ihsan Maulana Mustofa
  2. Anthony Sinisuka Ginting
  3. Jonatan Christie
Tunggal Putri Indonesia
  1. Hana Ramadhini
  2. Ruselli Hartawan
Ganda Putra Indonesia
  1. Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira dan Ade Yusuf
  2. Selvanus Geh dan Kevin sanjaya Sukomuljo
Ganda Putri Indonesia
  1. Rosyita Eka Putri Sari dan Maretha Dea Geovani
  2. Gebby Ristiyani Imawan dan Ni Ketut Mahadewi
  3. Anggia Shitta Awanda dan Della Destiara Haris
  4. Tiara Rosalia Nuraidah dan Suci Rizki Andini
Ganda Campuran Indonesia
  1. Alfian Eko Prasetyo dan Annisa Saufika
  2. Edi Subaktiar dan Gloria Imanuelle Widjaja
  3. Kevin Sanjaya Sukomuljo dan Della Destiara Haris
  4. Ronald Alexander dan Melati Daeva Oktaviani
Masuk Akal ga sih alasannya??? Cuma PBSI yang tau,, hhehe

Mulai Babak 32 Besar, Rijal Dan Vita Hadapi Ganda Campuran Tuan Rumah

Ganda campuran satu-satunya Indonesia yang tampil di 2014 YONEX Suffolk County Community College US Open Championships yakni Muhammad Rijal dan Vita Marissa. Ganda campuran PB Djarum Kudus ini akan tampil di babak 32 besar turnamen Grand Prix ketiga di tahun 2014 ini setelah India Open Grand Prix Gold dan Malaysia Open Grand Prix Gold.
Vita Marissa dan Muhammad Rijal tentunya lebih di jagokan dan lebih di unggulkan untuk mengunci satu tiket ke babak 16 besar. Baru dipasangkan tahun 2014, Vita dan Rijal sudah mengukir prestasi cukup baik dengan menjadi juara di ajang Osaka International Challenge 2014. Keduanya juga tampil cukup baik dengan mampu melaju ke babak perempat final Yonex Japan Open 2014.
Di pertandingan hari ini, Muhammad Rijal dan Vita Marissa akan tampil menghadapi pemain ganda campuran tuan rumah Canada yakni Phillipe Charon dan Phyllis Chan. Kedua pasangan ini belum pernah ketemu. Dari segi peringkat, kedua pemain, pasangan Indonesia lebih baik dengan berada di peringkat 46 sedangkan pasangan Canada di posisi 153 dunia.

Sepak Terjang Thomas Müller Sebelum Mengenal Sepak Bola

Siapa tang tak kenal Thomas Mueller?. Thomas Mueler merupakan salah satu bintang sepakbola bagi tim panser Jerman di World Cup 2014 atau Piala Dunia 2014. Pemain kelahiran 13 September 1989 ini menjadi salah satu bintang kemenangan bagi Jerman saat subuh tadi (9 Juli 2014) berhasil menghentikan langkah favorit juara Brazil dengan skor 7-1.
Berkat lesakkan satu golnya ke gawang Julio Caesar yang merupakan gol pembuka Jerman membuat tim-nya bisa tampil jumawan. Berawal dari sebuah sepak pojok di menit ke-11, bola disepak oleh Toni Kroos ke arah tiang jauh. Di sana, Thomas Mueller berdiri tanpa ada pengawalan ketat. Dengan banyak ruang di sekitarnya, Mueller pun leluasa melepaskan sepakan kaki kanan. Sebuah Sepakan kaki kanan Mueller meluncur deras ke arah gawang Brasil tanpa bisa dihalau oleh kiper Julio Cesar. Jerman unggul 1-0.
Mueller Secara keseluruhan, sudah membuat lima gol dan menempati posisi dua top skorer. Dia hanya tertinggal satu gol dari penyerang Kolombia James Rodriguez. Ia masih berpeluang untuk melampui rekor pemain Kolombia pemain tersebut karena ia masih akan tampil sekali lagi di babak final Piala Dunia 2014.
Namun tak banyak, karir yang dibangun dari suami Lisa Mueller ini sebenarnya bukan dari Sepakbola. Olahraga Bulutangkis sendiri merupakan pilihan pertama pemain yang tahun 2012 dibayar 2 Juta Euro oleh klubnya Bayern Muenchen sebelum akhirnya ia mengenal dan berpindah ke Sepakbola.
Merkur-Online.De, sebuah media berita Jerman, merilis bahwa Bulutangkis sebelumnya telah menjadi bagian hidup dari Thomas Mueller. Berikut ini penuturan dari media Jerman ini tentang pertumbuhan karir Bulutangkis seornang Thomas Mueller yang kami buatkan dalam dua bahasa yaitu Jerman dan Inggris
Sportlehrer Erinnert Sich: Keiner Besser als Müller
Weilheim – Fußball-Star Thomas Müller begeistert die Welt. Einst besuchte der Pähler das Gymnasium in Weilheim. Ein Sportlehrer erinnert sich und verrät auch, worüber er sich heute besonders ärgert.
Thomas Müller begeistert die Welt: Bei der Fußball-Weltmeisterschaft in Brasilien hat er schon vier Tore für Deutschland geschossen, insgesamt kommt der aus Pähl stammende Nationalspieler auf neun WM-Treffer – mehr als Maradona. Mal sehen, ob es gegen Algerien auch wieder “müllert”.
Ehemalige Weggefährten macht der Erfolg des 24-jährigen Pählers natürlich besonders stolz – so wie Stefan Mader, Sport- und Englischlehrer am Gymnasium Weilheim. Mader unterrichtete Thomas Müller in der Oberstufe im Wahlfach „Badminton“. „Ich habe ihn damals mal gefragt, was er sich erhofft für seine Fußballkarriere. Er hat geantwortet, dass er gern mal in der Zweiten Bundesliga spielen würde“, erinnert sich der Lehrer – im Rückblick war das ein sehr bescheidender Wunsch.
Gegen Ende des Schuljahrs sei Müller dann seltener zum Badminton gekommen. „Mit einem Grinsen im Gesicht hat er mir erzählt, dass er jetzt leider bei den Amateuren mittrainieren muss.“ Müller spielte damals in der zweiten Mannschaft des FC Bayern. Mader erinnert sich, dass er damals mal interessehalber „Thomas Müller FC Bayern“ googelte, es aber keinen Treffer gab. Wenig später startete die Karriere des Pählers rasant.
Eins weiß Mader noch genau: „Thomas war sehr gut in Badminton, er hatte 15 Punkte. Ich habe seitdem keinen besseren Badminton-Schüler mehr gehabt.“ Eines ärgert den Lehrer aber ein wenig: Dass er gegen seinen ehemaligen Schüler nie im Elfmeter-Schießen antrat. Einmal habe er Müller dies vorgeschlagen, es sei aber nicht mehr dazu gekommen. „Sonst könnte ich jetzt vielleicht sagen: Ich hab’ mal einen Elfmeter von Thomas Müller gehalten.“ Doch immerhin: Im Badminton hat der Lehrer den Ausnahme-Fußballer geschlagen.

Gym Teacher Remembers: None Better than Müller
Weilheim – soccer star Thomas Mueller thrilled the world. Once visited the Pähler high school in Weilheim. A sports teacher remembers and also reveals what he particularly annoyed today.
Thomas Müller Inspires the World: With the football World Cup in Brazil, he has already scored four goals for Germany, total comes originally from Pähl national team to nine World Cup matches – more than Maradona. Let’s see if it again “Müllert” against Algeria.
Former companions makes the success of the 24-year-old Pählers of course particularly proud of – as Stefan Mader, sports and English teacher at the high school Weilheim. Mader taught Thomas Müller in the college in elective “badminton”. “At the time I once asked him what he hopes for his football career. He replied that he would like to play once in the Second Bundesliga, “the teacher recalls – in retrospect it was a very modest forming request.
Towards the end of the school year Müller had then come less frequently to badminton. “With a grin on his face he told me that he was sorry to me exercising in the amateurs now.” Miller was playing in the second team of FC Bayern. Mader remembers that he was then time for interest’s sake, “Thomas Müller FC Bayern” googled, but there were no hits. A little later the career of Pählers started rapidly.
One knows yet exactly Mader: “Thomas was very good at badminton, he had 15 points. Since then I have had no better badminton students more “One annoys the teacher but a little. Fact that he never ran against his former student in a penalty shootout. Once he had Müller suggested this, but it was no longer happened. “Otherwise I could now perhaps say. I once held a penalty from Thomas Müller” But still: In badminton the teacher has beaten the exceptional footballer.